Ini saya ceritakan kembali Kisah-kisah itu dari sumbernya Alqur'an dan Hadis juga referensi lain sebagai acuan atau pembelajaran diri juga putra-putri kitasebagai kontrol building dalam menghadapi perkembangan zaman. Sungguh zaman sekarang kisah-kisah ini jarang sekali dan bahkan tidak pernah saya dengar kecuali waktu bulan ramadhan. Itupun juga tidak banyak yang menonton.
Lebih asyikan nonton Sule atau lawak2 lain yang baginya sangat menghibur.Kalau Abah Saya mengatakan kalau banyak tertawa dan bercanda membuat Ati Dedel (seperti batu), dan seperti Khimar (unta)
Rasulullah SAW telah menerangkan kepada kita tentang bahaya
banyak tertawa, yaitu dapat melenyapkan fungsi hati, dimana bisa berubah dari
hidup menjadi mati.
Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah engkau memperbanyak
tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati”
Yang dimaksud dengan mematikan hati adalah menjadikan hati
lalai untuk mengingat Allah SWT dan lalai kepada kehidupan akhirat; apabila
hati manusia lalai dalam mengingat Allah SWT, maka sesungguhnya kematian lebih
dekat kepadanya daripada kehidupan.
Dibolehkan
bagi seorang mukmin untuk tertawa dan bersenda gurau dengan sahabat-sahabatnya,
sebab Rasulullah SAW pun bersenda gurau dengan sahabat-sahabat beliau, sebagai
mana disebutkan dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW bersabda:
“Wahai
yang memiliki dua telinga.” Ini adalah canda Rasulullah SAW kepada Anas ra.
Dan
dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW menyuruh kepada seorang pria untuk
menunggangi anak unta, maka orang itu berkata: “Apa yang akan saya perbuat
terhadap anak unta betina ini? Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Bukankah unta
betina itu akan melahirkan unta jantan”.
Bagi
orang-orang yang memperhatikan kehidupan Rasulullah SAW maka ia akan mengetahui
apa yang ia cari bahwa Rasulullah SAW adalah pribadi yang suka senda gurau dan
tawa. Akan tetapi beliau bukanlah pribadi yang banyak tertawanya sebagaimana
yang diriwayatkan dari Jabir bin Samrah ra, ia berkata: “Bahwa pada kedua betis
Rasulullah SAW terdapat kehalusan dan bahwa beliau tidak tertawa kecuali
tersenyum”.
Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang bertugas memberi petunjuk kepada manusia tentang keesaan Allah SWT dan membina mereka agar melaksanakan ajaran-Nya. Ciri-ciri mereka dikemukakan dalam Al-Qur’an,
"... ialah orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka
takut kepada-Nya dan mereka tiada takut kepada seorang (pun) selain
kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan." (Q.S. Al Ahzab : 39).
Perbedaan
antara Nabi dan Rasul adalah : seorang Nabi menerima wahyu dari Allah
SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT
guna disampaikan kepada segenap umatnya. Para Nabi dan Rasul mempunyai 4
sifat wajib dan 4 sifat mustahil, serta satu sifat jaiz, yaitu :
1.Shiddiq (benar), Mustahil ia Kizib (dusta).
2.Amanah (dapat dipercaya), mustahil Khianat (curang).
3.Tabliqh (Menyampaikan wahyu kepada umatnya), Mustahil Kitman (menyembunyikan Wahyu).
4.Fathonah (Pandai/cerdas), Mustahil Jahlun (Bodoh).
5.Bersifat jaiz yaitu Aradhul Basyariyah (sifat-sifat sebagaimana manusia).
Di dunia ini telah banyak Nabi dan Rasul telah diturunkan, tetapi yang wajib diketahui oleh umat Islam adalah sebanyak 25 Nabi dan Rasul, yaitu :
Nabi Adam as
Nabi Idris as
Nabi Nuh as
Nabi Huud as
Nabi Shaleh as
Nabi Ibrahim as
Nabi Ismail as
Nabi Luth as
Nabi Ishaq as
Nabi Ya’qub as
Nabi Yusuf as
Nabi Syu’aib as
Nabi Ayyub as
Nabi Dzulkifli as
Nabi Musa as
Nabi Harun as
Nabi Daud as
Nabi Sulaiman as
Nabi Ilyas as
Nabi Ilyasa as
Nabi Yunus as
Nabi Zakaria as
Nabi Yahya as
Nabi Isa as
Nabi Muhammad SAW
Semoga kisah ini bermanfaat dan bisa menjadi tauladan bagi kita semua umat manusia dimuka bumi ini. Amiin.....Barokallah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar