Rabu, 13 Februari 2013

Muqoddimah

Sebelumnya, saya teringat ketika masih kecil doeloe.....Mulai TK hingga SD sekitar kelas 6 an. Almarhummah Ummiku atau Ibuku telah banyak memberikan cerita atau kisah2 nabi dan Rosulnya baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui. Sungguh pelajaran yang begitu berharga, rasa Syukur alhamdulillah...mempunyai orang tua yang bisa dan mampu mendidik juga membina anak-anaknya yang sangat nakal dan bandel ini.


Ini saya ceritakan kembali Kisah-kisah itu dari sumbernya Alqur'an dan Hadis juga referensi lain sebagai acuan atau pembelajaran diri juga putra-putri kitasebagai kontrol building dalam menghadapi perkembangan zaman. Sungguh zaman sekarang kisah-kisah ini jarang sekali dan bahkan tidak pernah saya dengar kecuali waktu bulan ramadhan. Itupun juga tidak banyak yang menonton.

Lebih asyikan nonton Sule atau lawak2 lain yang baginya sangat menghibur.Kalau Abah Saya mengatakan kalau banyak tertawa dan bercanda membuat Ati Dedel (seperti batu), dan seperti Khimar (unta)

Rasulullah SAW telah menerangkan kepada kita tentang bahaya banyak tertawa, yaitu dapat melenyapkan fungsi hati, dimana bisa berubah dari hidup menjadi mati.
                                                          
Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati”
Yang dimaksud dengan mematikan hati adalah menjadikan hati lalai untuk mengingat Allah SWT dan lalai kepada kehidupan akhirat; apabila hati manusia lalai dalam mengingat Allah SWT, maka sesungguhnya kematian lebih dekat kepadanya daripada kehidupan.
Dibolehkan bagi seorang mukmin untuk tertawa dan bersenda gurau dengan sahabat-sahabatnya, sebab Rasulullah SAW pun bersenda gurau dengan sahabat-sahabat beliau, sebagai mana disebutkan dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW bersabda:
“Wahai yang memiliki dua telinga.” Ini adalah canda Rasulullah SAW kepada Anas ra.
Dan dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW menyuruh kepada seorang pria untuk menunggangi anak unta, maka orang itu berkata: “Apa yang akan saya perbuat terhadap anak unta betina ini? Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Bukankah unta betina itu akan melahirkan unta jantan”.
Bagi orang-orang yang memperhatikan kehidupan Rasulullah SAW maka ia akan mengetahui apa yang ia cari bahwa Rasulullah SAW adalah pribadi yang suka senda gurau dan tawa. Akan tetapi beliau bukanlah pribadi yang banyak tertawanya sebagaimana yang diriwayatkan dari Jabir bin Samrah ra, ia berkata: “Bahwa pada kedua betis Rasulullah SAW terdapat kehalusan dan bahwa beliau tidak tertawa kecuali tersenyum”. 

Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia pilihan yang bertugas memberi petunjuk kepada manusia tentang keesaan Allah SWT dan membina mereka agar melaksanakan ajaran-Nya. Ciri-ciri mereka dikemukakan dalam Al-Qur’an,

"... ialah orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan." (Q.S. Al Ahzab : 39).

Perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah : seorang Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT guna disampaikan kepada segenap umatnya. Para Nabi dan Rasul mempunyai 4 sifat wajib dan 4 sifat mustahil, serta satu sifat jaiz, yaitu :

1.Shiddiq (benar), Mustahil ia Kizib (dusta).
2.Amanah (dapat dipercaya), mustahil Khianat (curang).
3.Tabliqh (Menyampaikan wahyu kepada umatnya), Mustahil Kitman (menyembunyikan Wahyu).
4.Fathonah (Pandai/cerdas), Mustahil Jahlun (Bodoh).
5.Bersifat jaiz yaitu Aradhul Basyariyah (sifat-sifat sebagaimana manusia).

Di dunia ini telah banyak Nabi dan Rasul telah diturunkan, tetapi yang wajib diketahui oleh umat Islam adalah sebanyak 25 Nabi dan Rasul, yaitu :

Nabi Adam as
Nabi Idris as
Nabi Nuh as
Nabi Huud as
Nabi Shaleh as
Nabi Ibrahim as
Nabi Ismail as
Nabi Luth as
Nabi Ishaq as
Nabi Ya’qub as
Nabi Yusuf as
Nabi Syu’aib as
Nabi Ayyub as
Nabi Dzulkifli as
Nabi Musa as
Nabi Harun as
Nabi Daud as
Nabi Sulaiman as
Nabi Ilyas as
Nabi Ilyasa as
Nabi Yunus as
Nabi Zakaria as
Nabi Yahya as
Nabi Isa as
Nabi Muhammad SAW

Semoga kisah ini bermanfaat dan bisa menjadi tauladan bagi kita semua umat manusia dimuka bumi ini. Amiin.....Barokallah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar